Konsep Manusia Ruang dan Waktu

Peristiwa atau kejadian dari masa lalu selalu berlangsung dalam batasan ruang atau tempat tertentu. Unsur ruang yang menjadi tempat terjadinya peristiwa akan memberikan gambaran jelas kepada kita bahwa peristiwa itu memamng ada dan nyata.

Adapun waktu akan menjadi batasan temporal dari setiap peristiwa yang telah terjadi atau perjalanan hidup manusia. Sejarah manusia tidaka dapat terlepas dari waktu. Hal tersebut akaan dijelaskan lebiih lanjut dalam uraian tentang konsep diakronik dalam sejarah. Hanya manusia yang memiliki kesadaran akan waktu sehingga hanya manusia yang mempunyai sejarah. Konsep waktu dalam sejarah meliputi dual hal, yaitu (1) proses kalangsungan dari suatu peristiwa dalam batasan waktu tertentu dan (2) kesatuan kelangsungan waktu, yaitu waktu pada masa lampau, sekarang dan masa yang akan datang (the past, the pressent, and the future). agar lebih jelas dalam memahami tentangn konsep manusia, ruang, dan waktu dalam sejarah, perhatikan contoh berikut.

Peristiwa: Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945









Sejarah Kemerdekaan: Mengenang Peristiwa Proklamasi 17 Agustus ...

Keterangan Gambar: Unsur manusia atau pelaku peristiwa, Sukarno sebagai pembaca Naskah Proklamasi, di sebelahnya tampak Drs. Mohammad Hatta, dan sejumlah tokoh lainnya seperti Daidancho Latief Hendra Ningrat selaku penanggung jawab keamanan (paling kanan). Ruang, bahwa peristiwa tersebut berlangsung di halaman rumah Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta (kini berdiri tugu Proklamasi). Adapun waktu menyangkut kapan peristiwa tersebut berlangsung, yaitu  17 Agustus 1945.


Peristiwa: Berhentinya Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia tahun 1998









Kejatuhan Soeharto - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Keterangan Gambar: Pelaku atau unsur manusia dalam peristiwa ini adalah Soeharto yang tampak sedang membaca naskah pernyataan berhenti sebagai Presiden Republik Indonesia. Adapun wakil Presiden B.J. Habiebie yang akan diserahi mandat sebagai pengganti Soeharto berdiri disebelahnya dan beberapa tokoh lain sebagai latar belakang. Ruang yang menjadi tempat terjadinya peristiwa adalah Istana Merdeka, sedangkan waktu kejadian atau peristiwanya adalah 21 Mei 1998.


Cara Berpikir Kronologis dalam mempelajari Sejarah

Dalam Sejarah, dikenal istilah kronologi, yang secara etimologis berasal dari bahasa Yunani yaitu Chronnos, dan logos. Hal ini sama dengan pengertian sebelumnya bahwa "Chronnos"  adalah waktu, sedangkan "Logos" adalah Uraian atau Ilmu.

Jadi Kronologi adalah ilmu tentang waktu yang membantu untuk menyusun peristiwa atau kejadian - kejadian sejarah sesuai urutan waktu terjadinya. Peristiwa sejarah diawali sejak keberadaan manusia di muka bumi. untuk itu diperlukan adanya pembagiain waktu dalam sejarah yang dapat di tinjau dari berbagai aspek.

sejarah mengajarkan kepada kita cara berpikir kronologis, yaitu berpikir secara runtut, teratur, dan berkesinambungan. Konsep kronologis akan memberikan kepada kita gambaran yang utuh tentang peristiwa atau perjalanan sejarah dari tinajaun aspek tertentu. Tujuannya agar kita dapat dengan mudahh menarik manfaat dan makna dari hubungan antar peristiwa yang terjadi.

Adapun dalam kehidupan sehari-hari, konsep berpikir kronologis ini sangat diperlukan jika kita ingin memecahkan masalah. Tanpa berpikir secara runtut dan berkesinambungan dalam mengidentifikasi suatu permasalahan, kita akan kesulitan menemukan solusi yang tepat.

Cara berpikir kronologis dalam sejarah dapat mempermudah kita dalam melakukan rekonstruksi terhadap semua peristiwa masa lalu dengan tepat. Kronologi sangat penting agar terhindar anakronisme. Anakronisme adalah  ketidakcocokan dengan zaman tertentu. Kronologi juga membantu kita agar dengan mudah dapat menghubungkan dan membandingkan peristiwa sejarah yang terjadi di suatu tempat yang berbeda, tetapi dalam waktu yang sama. Contohnya, pada Agustus 1945, pihak sekutu mennjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki_mengakibatkan kekalahan Jepang. pada bulan dana tahun yang sama, bangsa Indonesia memproklamasikan Kemerdekaannya.


Cara Berpikir Diakronik dalam Mempelajari Sejarah

Secara etimologis, kata Diakronik berasal dari bahasa Yunani, yaitu dia mempunyai arti "melintas" "melampaui" atau "melalui", sedangkan Chronnos berarti waktu. Jadi, diakronik berarti sesuatu yang melintas, melalui, dan melampaui dalam batasan waktu.

Jikak dikaitkan dengan sejarah, sesuatu yangn dapat melintas, melalui, atau melampaui tersebut adalah peristiwa atau kejadian. sebagaimana telah kita ketahui bahwa sejarah merupakan kumpulan peristiwa yang terjadi tersebut dibatasi oleh waktu. Contohnya sebagai berikut.
  • Masa Pemerintahan Raja Hayam Wuruk berlangsung antara tahun  1350 - 1389.
  • Perang Diponegoro (perang Jawa) berlangsung antara tahun 1825-1830.
  • Penjajahann Jepang di Indonesia berlangsung antara tahun 1942 - 1945.
  • Belanda menyerah kepada Jepang di Kalijati, Subang, Jawa barat, pada 8 Maret 1942
 Cara berpikir diakronik akan mengajarkan kepada kita untuk lebih teliti dalam mengamati gejala atau fenomena tertentu, terhadap peristiwa atau kejadian pada waktku yang tertentu.
Masih berhubungan dengan pembatasan waktu, sejarah mengenal istilah periodesasi, yakni pengklasifikasian peristiwa-peristiwa sejarah dalam tahap-tahap pembabakan tertentu.

Sebelum menyusun periodesasi, para sejarawan akan membuat klasifikasi yang akan menjadi kajiannya, dan membuat kesimpulan-kesimpulan pada setiap periode. Periodesasi dalam sejarah diperlukan karena penting bagi kita agar dapat mengadakan tinjauan secara menyeluruh terhadap peristiwa-peristiwa yang telah terjadi dan saling berhubungan dalam berbagai aspek.

Pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki - Wikipedia bahasa ...
 Keterangan Gambar: Awan cendawan akibat ledakan bom atom di kota Hiroshima pada 6 Agustus (kiri) dan Nagasaki pada 9 Agusutus (kanan), Jepang, tahun 1945. Kedua peristiwa menyebabkan Jepang menyerah kepada sekutu dan Indonesia dapat memproklamasikan Kemerdekaannya.







Kerajaan Kutai - Sejarah dan Budaya Nusantara
 keterangan gambar: Yupa (tugu batu) dari masa kerajaan kutai abad IV, yang ditemukan antara tahun 1879-1940 di hulu sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Temuan ini menjadii salah satu tonggak dumulainya zaman sejarah Indonesia. pada Yupa tersebut, ditemukan tulisan berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta.

Sebagai contoh, periodesasi yang akan dibuat berkaitan dengan perkembangan sejarah kebudayaan secara umum, maka akan dibuat dua periode perkembangan kebudayaan sebagai berikut.
1. Zaman Praaksara yang juga disebut zaman yang dimulai sejak manusia belum mengenal tulisan.
2. Zaman aksara atau disebut juga dengan zaman sejarah, yaitu zaman ketika manusia sudah mengenal tulisan hingga sekarang.
Dari kedua zaman yang telah dikalsifikasikan ini, dapat dilakukan rekonstruksi terhadap tahap-tahap perkembangan kebudayaan yang berlangsung dalam masyarakat tertentu. Periodesasi dalam penulisan sejarah dapat dilakukan dengan banyak kalsifikasi berdasarkan sejumlah aspek dalam kehidupan manusia, seperti perkembangan sistem politik, pemerintahan, agama dan kepercayaan, ekonomi, dan sosial budaya.

Contoh berikut adalah periodesasi yangn dibuat berdasarkan sistem mata pencaharian hidup dala sejarah Indonesia.
  • Masa berburu dan meramu
  • Masa bercocok tanam
  • Masa bercocok tanam tingkat lanjut
  • Masa perundagian
 Periodesasi yang banyak digunakan untuk memperoleh gambaran tentang keadaan masyarakat, sistem politik, ekonomi, agama dan kepercayaan adalah pembabakan berdasarkan urutan dinasti suatu kerajaan, seperti yang terdapat pada sejarah bangsa-bangsa di Asia. Di Asia, umumnya, kedudukan Raja dianggap penting dalam masyarakat, seperti contoh berikut ini.

Dinasti yang pernah memerintah Jawa dari masa perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Buddha hingga Islam.
  • Dinasti (wangsa) Sanjaya (732-850 M)
  • Dinasti Syailendra (750-900 M)
  • Dinasti Isyana (900-1222 M)
  • Dinasti Girindra (1222-1478 M)
  • Dinasti Demak (1521-1568 M)
  • Dinasti Pajang (1568-1600 M)
  • Dinasti Mataram (1600-1775 M)
Periodesasi bertujuan membuat klasifikasi dalam sejarah sehingga akan memudahkan kita memahami peristiwa-peristiwa sejarah secara kronologis. Melalui periodesasi, kita menjadi mudah untuk memahami hal-hal yang terkait dengan;
  • perkembangan manusia dari waktu ke waktu,
  • kesinambungan antar periode,
  • kemungkinan terjadinya fenomena yang berulang, dan
  • perubahan yang terjadi dari periode awal hingga ke periode berikutnya.
Contoh lainyya adalah periodesasii sejarah Inddonesia:
  • Masa praaksara
  • Masa kedatangan dan perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Budha
  • Masa Kedatangan dan perkembangan agama Islam
  • Masa kekuasaan kolonialisme barat
  • Masa Pendudukan Jepang
  • Masa Revolusi
  • Masa Orde Lama
  • Masa Orde Baru
  • Masa Reformasi 
Masih berkaitan dengan waktu, dalam sejarah kita juga dikenalkan dengan istilah kronik. Kronik adalah catatan peristiwa menurut urutan waktu kejadiannya. Kronik berupa catatan perjalanan yang ditulis oleh para musafir, pendeta, dan pujangga pada masa lalu. Mereka pada umumnya menulis tentang peristiwa, kejadian, hal-hal yang menarik perhatian dan mengesankan yang mereka temui di suatu tempat  dan pada waktku tertentu.
 Gambar: Periodesasi sejarah Indonesia

Kronik tentang Nusantara banyakdi tulis para Musafir dan pendeta Tiongkok yang berdatangan untuk berbagai kepentingan. Kronik tersebut banyak ditulils ketika tiongkok diperintah oleh sejumlah Dinasti, seperti Dinasti Chou, Qin, Tang, dan Ming. Selain itu banyak kronik yang di tulis para musafir serta pendeta yang datang dari India. Berdasarkan catatan yang mereka buat, kita dapat mengetahui, atau paling tidak memiliki gambaran, tentang kondisi masyarakat Nusantara di suatu tempat pada masa lalu. Namun, untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang masa lalu diperlukan banyak sumber lain yang dapat mendukung kebenaran dari kronik tersebut.

Sumber: buku sejarah Indonesia kelas X SMA Penerbit Erlangga
repost by. hendra alfarisy

Komentar

  1. Konsep Manusia Ruang dan Waktu

    Peristiwa atau kejadian dari masa lalu selalu berlangsung dalam batasan ruang atau tempat tertentu. Unsur ruang yang menjadi tempat terjadinya peristiwa akan memberikan gambaran jelas kepada kita bahwa peristiwa itu memamng ada dan nyata.Sejarah manusia tidaka dapat terlepas dari waktu Konsep waktu dalam sejarah meliputi dual hal, yaitu (1) proses kalangsungan dari suatu peristiwa dalam batasan waktu tertentu dan (2) kesatuan kelangsungan waktu, yaitu waktu pada masa lampau, sekarang dan masa yang akan datang (the past, the pressent, and the future).Sukarno sebagai pembaca Naskah Proklamasi, di sebelahnya tampak Drs. Mohammad Hatta, dan sejumlah tokoh lainnya seperti Daidancho Latief Hendra Ningrat selaku penanggung jawab keamanan (paling kanan). Ruang, bahwa peristiwa tersebut berlangsung di halaman rumah Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta (kini berdiri tugu Proklamasi). Adapun waktu menyangkut kapan peristiwa tersebut berlangsung, yaitu 17 Agustus 1945 Peristiwa: Berhentinya Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia tahun 1998Ruang yang menjadi tempat terjadinya peristiwa adalah Istana Merdeka, sedangkan waktu kejadian atau peristiwanya adalah 21 Mei 1998.

    BalasHapus

Posting Komentar

Isi Komentar Boss...!!!

Postingan Populer